February 22nd, 2006 by novidya
Begitu banyak wajah kutemui sepanjang perjalanan hidupku
Namun tak satupun yang menggugah hatiku
Semua yang ku mau tak pernah menjadi milikku
Apakah ini pertanda bahwa aku tak kan pernah mendapatkan apa yang ku inginkan?
Selalu tanya yang terlontar pada setiap pencaharian dan selalu jawaban semu yang aku dapatkan
Lalu apa artinya setiap tetes airmata yang jatuh di malam-malam sunyi?
Sebuah keputusasaan?
Itu adalah jawaban yang masuk akal yang bisa aku temukan saat ini
Posted in Uncategorized | 1 Comment »
February 22nd, 2006 by novidya
Wahai sunyi
Apa yang kau bisikkan padaku
Tak sepatah katapun ku dengar
Lantangkan suaramu !!!
Agar ku tahu apa mau mu
Wahai malam
Apa yagn ingin kau perlihatkan padaku
Tak satu pun nampak dalam penglihatanku
Beri cahaya mu!!!
Agar ku tahu indahnya lukisan itu
Wahai kesedihan
Apa yang kau perbuat pada hatiku
Tak ada yang dapat ku mengerti
Tangis ini untuk siapa?
Sakit ini karena apa?
Aku mau kau jawab aku !!!
Aku … aku …Sudah terlalu lelah untuk mengerti makna yang KAU berikan
Posted in Uncategorized | 1 Comment »
February 22nd, 2006 by novidya
Ada yang hilang dalam lubuk hati
Kala satu cinta terenggut tanpa satu kata terucap
Sangat menyakitkan saat kita menyadari betapa berartinya kehidupan
Justru pada saat kita kehilangannya
Telah ku lalui kehilangan demi kehilangan
Jiwa ini bagai tercabut dari akarnya
hampa … itu yang ku rasa
Tetes air mata pun tak terbendung
Betapa sepinya hidupku
Aku ingin dia …
Merengkuhku saat ku terhempas dalam kesedihan
Memberikan ketenangan kala gundah melanda
Mencintaiku tanpa pernah meminta
Posted in Uncategorized | No Comments »
February 22nd, 2006 by novidya
Aku dan kesendirian yang menyesakkan dada
Sejak kau pergi meninggalkan ku
Kala senja senandungkan rindu
Kau bawa berita itu dan menghilang ditelan kelamnya malam
Apa salahku hingga harus menjalani siksa ini
Tak cukupkah cinta yang ku berikan dengan seluruh jiwaku?
Mengapa …?
Jawabmu pun terbang bersama angin malam itu
Ku tatap nanar ujung samudara
Mencari satu hati yang hilang
Berkatapun tak sanggup lagi ku lakukan
Hanya aku dan debur ombak yang masih tersisa
Posted in Uncategorized | No Comments »
February 22nd, 2006 by novidya
Kau hadir lagi disini
Saat hati mulai tertata
Kini kau tawarkan janji yang dulu ingin aku miliki
Namun hatiku sudah beku
Dulu kau tak dapat melihat ku lebih dari seonggok daging
Dan itu menyakitkan
Sekarang setelah aku dapat meraih semuanya
Kau pun menghampiriku dengan satu harapan baru
Tapi sayang … harapan itu jadi terlihat begitu semu
kala ku tahu kau yang menghadirkannya untukku
Tak bermaksud membalas kesakitan yang kau berikan padaku
Aku hanya ingin jujur pada diriku sendiri
Tak lebih …
Posted in Uncategorized | No Comments »
February 22nd, 2006 by novidya
Aku rindu kamu sayangku
Kemanakah kau berkelana selama ini
Menantimu disini terasa menyiksa
Masihkah kau ingat aku?
Harapanku terlalu melambung jauh
Berharap kau kan membawaku pergi
Bagai seorang kesatria putih yang hendak menyelamatkan sang putri
yang terpasung
Harusnya aku menyadari bahwa itu tak akan pernah ku alami
Semua itu hanyalah dongeng untuk penidur
Sayangku …
Tak rela rasanya bila aku harus kehilagnan dirimu
Tak sanggup rasanya bila aku harus mengarungi hati yang luka
Namun tak ada pilihan untukku
Aku harus melepasmu dari anganku
Selamanya
Posted in Uncategorized | 1 Comment »
January 1st, 2006 by novidya
When grief strikes me one time
No one was there borrowing shoulder for me
When grief strikes two
No one was there to comfort me
Never in life I depend on someone else
I don’t know if I ever will
I could never understand real love
The love I know is taken from Mills and Boon
In reality no man has ever interested in me as who I am
I make all this sounds like a bitter live but that is not the point
I experience joy and sadness in life
but never I view this as flaw
I view this as what makes me the way I am
And for that I am greatfull with all my heart
Posted in Uncategorized | No Comments »
January 1st, 2006 by novidya
Airmata membasahi hati seakan ingin menghapus kesepian yang mencengkram jiwa
Kelelahan yang mendera diri membuatku rapuh
Keputusasaan datang merejam hati yang penuh luka
Aku tak mampu lagi berkata-kata
Aku bukan manusia baik
Aku selalu haus akan belaian sayang seorang tambatan hati
Belaian damain seorang kekasih
Semua yang pernah ada dalam sebuah dongeng
Aku tahu airmata tak akan menghapus semua dosaku
Tapi biarkan aku menagis malam ini
Agar aku dapat meresapi rasa rindu
rasa cinta, rasa amarah dan rasa kesepianku
Posted in Uncategorized | No Comments »
December 15th, 2005 by novidya
Kau dan mereka tidak akan ada kejujuran
Kala sebuah telujuk mengarah padamu, yakinlah bahwa yang lain pun akan melakukan yang sama
Semua sangat manusia, kala orang melihat 2 + 2 semua akan menjawab 4 karena memang begitu yang terlihat
Kala satu pintu tertutup maka akan ada jendela yang akan terbuka namun bila pintu itu tertutup tiba-tiba kala kau melintas, yakinlah bahwa dia tidak mau kau tahu
Semua manusia akan tersinggung bila itu terjadi tapi coba tengok sisis yang lain, kau tidak perlu lagi pusing dengan urusan yang terlalu rumit
Saat ini aku memilih diam dan menyumbat kupingku dengan lagu-lagu kesukaan ku, sehingga aku tidak perlu tahu apapun yang mereka bicarakan
Posted in Uncategorized | No Comments »
December 8th, 2005 by novidya
Terseok dalam perjalan
Bagai manusia tak bernyawa melangkah di kesunyian belantara hati
Nanar mata ini menatap dunia yang semakin kejam menghimpit kehidupan
Aku hanya bisa terpaku ditempatku berpijak seperti anak manusia yang takut kehilangan semua yang dimiliki bila ikut bertarung dengan dunia
Duniakah yang membuatku menjadi seperti ini? atau Aku?
Posted in Uncategorized | No Comments »